Text
Jejak Khidmah: Warisan Pengkhidmatan Pengurus Komisi, Badan dan Lembaga di Lingkungan Majelis Ulama Indonesia Periode 2020-2025
Dalam periode kepengurusan 2020-2025, MUI berkiprah tidak hanya berkutat pada isu domestik, tetapi juga aktif merespons persoalan global. Sikap tegas terhadap isu kemanusiaan Palestina, diplomasi wasathiyah di tingkat internasional, serta kajian dunia Islam menunjukkan bahwa MUI memahami umat sebagai bagian dari komunitas global. Pada saat yang sama, penguatan ekonomi syariah, industri halal, wakaf produktif, dan sertifikasi profesi menjadi ikhtiar nyata membangun kemandirian umat dalam sistem ekonomi modern.
Buku yang ditulis oleh Sekretaris Jenderal MUI, Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A. ini lahir sebagai upaya merangkum jejak khidmah kolektif tersebut. Ia tidak dimaksudkan sebagai daftar prestasi yang menepuk dada, melainkan sebagai catatan perjalanan dan refleksi kolektif. Tulisan dalam buku ini merekam kerja pengkhidmatan para pengurus komisi, badan, dan lembaga (KBL) yang ada di lingkungan MUI—dari fatwa hingga seni budaya, dari dakwah hingga media, dari ekonomi hingga perbaikan akhlak bangsa.
Buku ini dibagi dalam tiga bab yang disesuaikan dengan pembidangan KBL di bawah koordinasi tiga Wakil Ketua Umum MUI yaitu, Buya Anwar Abbas (Bidang Satu), Kiyai Marsudi Syuhud (Bidang Dua)dan Buya Basri Bermanda (Bidang Tiga). Setiap bab dalam buku ini menunjukkan bahwa khidmah MUI dijalankan melalui banyak tangan, banyak pikiran, dan satu tujuan: kemaslahatan umat dan keutuhan bangsa.
Buku Jejak Khidmah: Warisan Pengkhidmatan Pengurus Komisi, Badan, dan Lembaga di Lingkungan Majelis Ulama Indonesia Periode 2020–2025 ini merupakan sebuah catatan penting dalam sejarah pengabdian MUI. Ia bukan sekadar dokumentasi aktivitas, melainkan refleksi atas kerja kolektif para ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim dalam menjaga agama, umat, dan bangsa di tengah dinamika zaman yang penuh tantangan.
Melalui komisi, badan, dan lembaga (KBL) yang bekerja tanpa lelah, MUI berupaya menjaga paradigma Islam Wasthiyah, memperkuat ketahanan umat, menegakkan nilai keadilan, serta merawat harmoni kehidupan berbangsa. Dalam konteks itulah, buku ini menjadi penting.
| B202000705 | 297.65 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain